Sumsel

Kondisi Covid-19 di Sumsel Sudah Hampir Normal, Aktivitas di Bulan Ramadhan dan Mudik Lebaran Dilonggarkan

Wahanainformasinews.or.id

 

 

Palembang – Reses tahap 1 Anggota DPRD Provinsi Sumsel dapil Sumsel II (Ilir Timur 1, Ilir Timur II, Ilir Timur III, Alang Alang Lebar, Sukarame, Kemuning, Sako, Kalidoni, dan Sematang Borang). Reses anggota DPRD Sumsel Dapil Sumsel II dilaksanakan di Dinkes Sumsel, Jumat (25/3/2022).

 

 

Hadir dalam reses Muhammad Yansuri SIP (Partai Golkar), Ir H Zulfikri Kadir (PDI Perjuangan), Antoni Yuzar SH MH (PKB), H M Anwar Al Syadat SSi MSi (PKS), Dr H Budiarto Marsul SE MSi (Partai Gerindra), Tamtama Tanjung (Partai Demokrat) dan H Nopianto SSos MM (Partai Nasdem).

 

 

Anggota DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Dapil Sumsel II M Yansuri mengatakan, kondisi Covid-19 di Sumsel sudah hampir normal dan Sumsel sudah masuk rangking yang terbaik untuk Indonesia dengan kasus covid-19 yang rendah dibandingkan provinsi lain.“ Insya Allah pada bulan suci ramadhan ini yang kalau mau mudik aman,” ujarnya.

 

 

Walaupun demikian masyarakat di minta tetap waspada dan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Selain itu, tahun ini tidak ada lagi penyekatan-penyekatan di jalanan-jalan oleh aparat.“ Sudah ada kelonggaran masyarakat untuk mudik,” katanya.

 

Koordinator reses Sumsel II DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) H Budiarto Marsul menilai selama dua tahun tidak ada mudik karena Covid-19 maka dia memperkirakan tahun ini banyak masyarakat akan mudik.

 

“Tentu kita harus antisipasi supaya masyarakat yang berkeinginan mudik, yang ingin bersilaturahmi dengan jumlah yang banyak ini merasakan kebahagiaan , merasakan kenikmatan, kelancara dan tidak ada rasa takut, kelancaran ini menyangkut aturan-aturan , bagaimana aturan baru pemerintah didalam menanganan Covid-19 saat ini , karena di bandara tidak perlu lagi antigen tapi di mall-mall kadang-kadang masih di minta , ini seperti apa ini ada perbedaan perlakuan itu,” bebernya.

 

 

Dia menuturkan, hotel-hotel ada memberlakukan antigen dan ada yang tidak .

“Kami anggota DPRD Sumsel ini ingin berpartisipasi mengedukasi masyarakat memberikan penjelasan aturan-aturan yang sekarang diberlakukan dan antisipasi lonjakan mudik Idul Fitri yang akan datang ini. Sehingga apapun kebijakan itu masyarakat mengerti, kami keliling banyak sekali ketemu kelompok-kelompok masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat yang kadang-kadang tidak paham, bagaimana aturan yang berlaku saat ini, ” katanya.

 

 

Pihaknya meminta penjelasan dari Dinkes Sumsel terkait mudik dan situasi ramadhan dan bagaimana kebijakannya dan berdasarkan informasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel kasus Covid-19 di Sumsel menurun.

 

“ Mudah-mudahan kita akan merayakan bulan puasa dan Idul Fitri nanti dalam kondisi yang cukup baik , jadi kita mengapresiasi kerja keras dari Dinkes Sumsel yang semakin baik,” katanya.

 

 

Dia berharap masyarakat tetap patuh pada aturan-aturan, protokol kesehatan (Prokes) harus tetap di jalankan, walaupun kini pemerintah sudah memberikan kemudahan-kemudahan dan mengizinkan pulang mudik nantinya.“ Solat terawih juga di bolehkan tapi tetap mengedepankan prokes,” tandasnya.

 

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendaliam Penyakit Dinas Kesehatan Sumsel H Fery Yanuar SKM Mkes menjelaskan, dalam beberapa minggu, trend kasus positif Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) cenderung menurun.

 

 

“ Kalau kita lihat di Sumatera Selatan, alhamdulilah dalam beberapa minggu terakhir trend kasus sudah menurun sangat siknifikan , kalau biasanya kemarin satu minggu 6000 -an kasus pada saat puncak, sekarang seminggu kasus kita hanya 400-an , kita harapkan terus menurun ,” bebernya.

 

 

Dia mengungkapkan, seperti yang disampaikan oleh Presiden Jokowi dan Menteri Kesehatan (Menkes) menurutnya arahnya adalah untuk ramadhan untuk kegiatan keagamaan akan di longgarkan tetap penekannya kepada penerapan prokes tetap di jaga.

 

“ Kita belum keluar dari masa pandemi, jadi ini masih masa pandemi tetapi kondisinya memang sangat baik , bukan berarti tidak pandemi tapi masih pandemi tapi kondisi penurunan kasus sangat siknifikan,” katanya.

 

 

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk Idul Fitri sesuai apa yang disampaikan oleh Kementrian Kesehatan dalam rilis Menkes , untuk kebijakannya melonggarkan seperti yang berlaku saat ini, bahwa tiap perjalanan tidak lagi menggunakan antigen dan PCR tapi dengan persyaratan kalau dia baru dua kali vaksin masih mewajibkan untuk antigen, kalau sudah dengan booster tidak perlu pemeriksaan antigen dan PCR. “Kalau belum di vaksin atau baru satu kali di vaksin , harus mengajukan PCR,” katanya.

 

Semua itu menurutnya upaya pemerintah untuk percepatan vaksinasi, karena saat ini pekerjaan rumah (PR) dosis dua dan booster .

 

“Dosis dua walaupun sudah 70 persen tapi memang masih ada kelompok-kelompok yang beresiko yang memang belum maksimal tervaksinasi untuk mendapatkan dosis lengkap yaitu dua kali penyuntikan,” tutupnya.

 

Laporan : Akip

 

Editor : Tim Wahanainformasinews.or.id

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *