Pelaku Pengoplos Pupuk Subsidi Ditangkap Polisi

29 Ton dan Barang Bukti Lainnya Disita

Wahanainformasinews.or.id

BANYUASIN – Kepolisian Resort Banyuasin, melalui Satuan Reserse Kriminal Polres Banyuasin, berhasil menangkap tiga orang pelaku pengoplos pupuk subsidi disulap menjadi pupuk non subsidi, yang didapat dari Provinsi Lampung yang akan di jual ke Provinsi Jambi. Senin ( 25/07/2022).

Tiga orang pelaku pengoplosan pupuk inisial FR, PA dan AN ditangkap saat sedang berada di gudang milik FR di RT 01 dusun 01 Desa Santan Sari Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin. Saat sedang mengganti kemasan pupuk bersubsidi ke dalam kemasan pupuk non subsidi.

Pengoplosan pupuk subsidi menjadi pupuk kemasan nonsubsidi yang terdiri dari lima jenis pupuk yaitu SP-36, phonska, TSP mahkota ungu, TSP mahkota orange dan Hi-kay diamankan petugas reskrim, total barang bukti sebanyak 575 shack pupuk bersubsidi dengan berat lebih kurang 29 Ton.

Dihadapan petugas salah satu pelaku mengaku bahwa dengan menjual pupuk oplosan dirinya mendapatkan keuntungan Rp 50 ribu rupiah per shack, dengan harga beli per shack Rp.250 ribu rupiah, dan dijual kembali dengan harga Rp.300 ribu rupiah ke Provinsi Jambi.

“Berdasarkan keterangan pelaku mereka mendapatkan pupuk subsidi ini dari Kabupaten Belitang dan Lampung, setelah di oplos pupuk ini akan di jual dengan tujuan Jambi” ujar Kasatreskrim Polres Banyuasin AKP Hary Dinar S.I.K., S.H., MH.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tiga pelaku dijerat pasal 122 Jo 73 UU RI No 22 Tahun 2019 tentang sistem budidaya pertanian berkelanjutan Jo pasal 8 ayat (1) huruf e UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan denda 3 milyar dan hukuman minimal 6 tahun penjara.

“Tiga orang pelaku saat sudah kita tahan, untuk pengembangan tim kita masih melakukan penelusuran terhadap kasus ini,” tutup Kasatreskrim.

 

Laporan : Indah Yonita

Editor : Martin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *