Pandemi Covid-19, Orgen Tunggal Malam Terus Beraksi

Ketegasan Pemerintah Daerah Terabaikan

 

Wahanainformasinews.or.id

Banyuasin – Pengaruh pandemi covid19 sangat besar dampaknya dirasakan masyarakat, baik dari sudut negatif maupun positif. Perekonomian dunia menjadi terpuruk akibat dari pandemi, sehingga Pemerintah terus melakukan himbauan supaya masyarakat di vaksinasi salah satunya dapat memutus mata rantai penyebaran virus yang dikenal mematikan.
Untuk mencapai semua itu, Pemerintah tidak akan bisa bekerja sendiri tanpa adanya masyarakat. Tentunya, untuk membangkitkan kesadaran masyarakat, Pemerintah bersama TNI Polri terus mensosialisasi pentingnya mematuhi Protokol Kesehatan yang sudah dianjurkan yakni memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan.
Parahnya, ketika dunia sedang terpuruk dilanda visrus Covid-19, Pemerintah dan Aparat memberikan ketegasan agar tidak memperbolehkan membuat kerumunan masa. Ironisnya masih saja masyarakat yang mengabaikan aturan pemerintah tersebut dengan membuat kegiatan mengumpulkan massa di satu tempat berlanjut mulai menjelang malam sampai berakhir pukul 04 pagi.
Mengumpulkan massa dalam jumlah banyak di satu tempat, berupa acara hiburan malam Orgen Tunggal yang viral di media sosial terupload salah satunya di Desa Pagar Bulan dan di desa-desa lain dalam Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.
Kumpulan massa acara Orgen Tunggal di Desa Pagar Bulan ini viral di Media Sosial yang tersebar luas seperti Facebook dan YouTube milik Kemo Official.
Menyikapi hal tersebut, Pejabat Kepala Desa Pagar Bulan, Zulkarnain membenarkan adanya acara hiburan malam tersebut di desanya.
“Yo Idak apo.. asal tuan rumah tanggungjawab,” kata PJ Pagar Bulan Zulkarnain, singkat saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu (19/12/2021).
Sementara, Kapolsek Rantau Bayur IPTU Sugeng saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp membalas dengan singkat. “Terkait soal keramaian, Polsek Rantau Bayur tidak menerbitkan izin keramaian,” jawabnya singkat, Kamis (30/12/2021).
Menyikapi larangan Pemerintah agar masyarakat tidak menciptakan kerumunan mendapat tanggapan keras dari sejumlah pemuda di Banyuasin salah satunya Heriyadi, dirinya berpendapat upaya yang dilakukan Pemerintah Republik Indonesia Khususnya Kabupaten Banyuasin Umumnya, perang terhadap Covid-19 dipastikan tidak membuahkan hasil baik.
“Upaya yang dilakukan Pemerintah Banyuasin dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, jika kerumunan tetap terjadi tanpa mengedepankan protokol kesehatan usaha tersebut akan sia-sia, dan penyebaran Covid akan semakin bertambah,” cetusnya. Sabtu (01/01/22).
Heri menyayangkan, seringnya terjadi orgen tunggal di malam hari dalam wilayah hukum Banyuasin yang menciptakan kerumunan, seharunya di cegah pihak yang berwenang, bahkan membubarkan acara tersebut jika tetap dilakukan.
“Menurut hemat kami kegiatan orgen tunggal di malam hari yang menciptakan kerumunan seharusnya dibubarkan pihak khamtibmas terdekat yang memiliki wewenang penuh atas perpanjangan tangan pemrintah agar penyebaran virus mematikan dapat terputus, intinya ini kesalahan berjamaah, kami minta kegiatan ini agar tidak ditiadakan lagi sampai waktu yang ditentukan pemerintah,” harapnya.
Laporan : Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *