Bantuan Kompensasi Perusahaan Batu Bara Masih Disoal

Masyarakat Harapkan DESDM Sumsel Dapat Menyelesaikan

WahanaInformasinews.or.id

Palembang – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Provinsi Sumatera Selatan, melaksanakan mediasi penyelesaian kompensasi terhadap keluhan warga Merapi Timur Kabupaten Lahat yang terdampak debu batubara bertempat di ruang rapat Kadis ESDM. Selasa (28/12/21).

Kepala Dinas ESDM Provinsi Sumsel Hendriansyah ST, M.Si mengatakan, rapat ini meninaklanjuti beberapa kali mediasi di DPRD Sumsel terkait debu yang dirasakan masyarakat Merapi Timur atas dampaknya.

“Memang ada beberapa poin itu suah ada perbaikan, jadi ada tindak lanjut pengurangan debu yang dibersihkan perusahaan di jalan-jalan, yang menjadi permasalahan di masyarakat,” ujarnya.

Lanjut Hendriansyah, masih ada ganjalan terkait kompensasi yang akan diterima masyarakat yang berada di pinggir jalan terdampak oleh debu batu bara.

“Ada yang sudah merelisasikan kompensasinya. Namun ada juga yang belum menerima, oleh sebab itu kita panggil hari ini bagi yang belum menerima kontribusi,” katanya.

Melalui rapat ini, sambung dia, ternyata ada perusahaan yang memberikan kompensasi langsung ke masyarakat atau tidak melalui forum atau asosiasi.

“Disini kita tahu, ada beberapa perusahaan yang sudah memberikan bantuan langsung ke masyarakat. Untuk perusahaan yang belum memberikan bantuan kompensasi, itu akan kita beri peringatan karena sudah ada kesepakatan. perusahaan yang belum memberikan kompensasi ke masyarakat itu kurang dari 5 perusahaan. Nah itu akan kita beri surat peringatan,” jelasnya.

Hendriansyah menuturkan, pihaknya akan mencari mekanismenya ini bisa saja tidak ada kepercayaan perusahaan menyerahkan bantuan kompensasi melalui forum atau asosiasi.

“Berdasarkan laporan dari forum atau asosiasi, data dari mereka ada 4000 orang yang terdampak debu. Kedepan akan kita kroscek agar yang menerima bantuan kompensasi itu memang benar benar tepat sasaran, kita akan usulkan ke perusahaan agar bantuan kompensasi itu tidak hanya berupa beras dan uang. Tapi juga pemeriksaan kesehatan secara gratis. Kita ingin tahu ada atau tidak dampak debu bagi kesehatan masyarakat, jadi akan disiapkan tenaga medisnya,” tandasnya.

Laporan : Akip

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *