Ikan Pedo Khas Lebung, Primadona Pecinta Kuliner

Wahanainformasinews.or.id

 

Banyuasin – Siapa yang tak kenal dengan Pedo, jenis lauk pauk berbahan ikan yang di fermentasi selama 4 hari sebelum dihidangkan menjadi menu paporit, setelah di masak dan di konsumsi sebagai lauk pauk harian.

Ikan Pedo pertama kali digeluti masyarakat Desa Lebung tahun 1980-an, memakai resep yang dilakukan secara turun temurun walaupun peminatnya sangat tinggi, di Banyuasin sendiri banyak versi dan variasi pembuatan Ikan Pedo, namun ciri khas dan rasa yang berbeda hanya ada di Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin.

Aina (50) pelaku usaha rumahan ikan pedo Desa Lebung mengaku usaha Ikan Pedo yang digeluti bermodalkan resep dari kedua orangtuanya berbahan dasar ikan sungai yang dirintis sejak tahun 1980 lalu.

“Pembuatan ikan pedo sangat mudah bahan dasarnya ikan dan nasi kering yang di fermentasi selama 4 hari, dalam satu minggu kami bisa mengelolah satu kwintal ikan Pedo yang siap di konsumsi,” ujarnya, Kamis (23/12/2021).

Dikatakan Aina, untuk pemasaran ikan pedo biasanya dijajakan di pasar-pasar yang ada di Desa Lebung, Pangkalan Balai, Betung bahkan di jual di pasar Mega Asri Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin.

“Untuk proses fermentasi ikan dan nasi kering yang di campur menjadi satu disimpan dalam toples dengan penutup rapat agar tidak dimasuki lalat. Setelah itu tahap terakhir, bahan tersebut di pendap selama 4 hari kedepan.” ujarnya.

Perempuan paruh baya ini menjelaskan pembuatan ikan pedo yang digunakan ikan air tawar seperti ikan sepat siam, Ikan sepat rawa atau dikenal dengan ikan sepat mata merah, ikan lambak, ikan gabus, ikan nila dan ikan patin.

“Paling nikmat di santap ikan pedo sepat, selain mudah dibuat saat dimakan terasa lebih gurih karena tulangnya tidak keras saat dikonsumsi,” katanya.

Ketua Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Lebung Sriyunda yanti mengatakan UMKM di Desa Lebung hampir satu tahun berjalan dibentuk bulan februari 2021 lalu. Setiap ada pameran baik di desa maupun di Kabupaten ikan pedo selalu di promokan makanan khas Lebung.

“Makanan leluhur selalu kita lestarikan masakan nenek moyang yang dikemas dengan cara modern, kita berupaya membuatnya semenarik mungkin agar ikan pedo lebih banyak peminat,” tuturnya.

Ditambahkan Yanti, masyarakat Desa Lebung hidupnya dibantaran sungai Musi banyak mendapatkan keberkahan, masyarakat yang bekerja sebagai petani sekaligus nelayan memanfaatkan hasil sungai sebagai tempat pencarian untuk usaha sampingan.

“Disungai ini banyak macam jenis ikan air tawar paling banyak ikan lambak, ikan sepat dan ikan gabus, apalagi pada musimnya ikan air tawar di sungai kami berlimpah. Banyak masyarakat yang berinisiatif mengelolah Ikan untuk difermentasikan agar bisa bertahan lama, seperti ikan asap, ikan asin sampai ikan pedo. Dimana prospek serta nilai jualnya bertambah. Kita akan promosikan ke masyarakat di luar daerah agar produk kita banyak dikenal bahkan kita akan menempelkan komposisi pembuatan nya,” pungkasnya.

Lanjutnya, dalam suatu pengelolaan pasti ada perbedaan dan ciri khas, di Desa Lebung sendiri ada ciri khas nya seperti komposisinya menggunakan nasi kering dan takarannya yang sesuai.

“Yang membedakan takarannya, banyak atau sedikitnya itu sangat mempengaruhi hasil fermentasi ikan pedo, untuk ketahanan Ikan Pedo bisa sampai bertahun-tahun asalkan menyimpannya dengan benar jangan sampai udara masuk.

Sementara, Pj Kades Lebung Afrizal menjelaskan bahwa produksi rumahan yang ada di Desa Lebung berupa kegiatan pembuatan Ikan Pedo ini sudah sejak tahun 80-an hingga saat ini masih dijalankan secara turun menurun.

“Masyarakat biasanya menggunakan ikan yang ada di sungai Lebung, tetapi ada waktu tertentu yang mana ikan-ikan tersebut sulit didapatkan namun masyarakat tetap membuat ikan Pedo menggunakan ikan nila ataupun ikan Fatin, jika ikan sepat sedang tidak pada musimnya,” jelas Afrizal.

Dirinya mengharapkan kedepan bahan makanan ini bisa dikenal oleh masyarakat, bukan saja didaerah lokal tetapi Ikan Pedo ini bisa dikenal oleh masyarakat luas. Dibantu UMKM keberadaan ikan pedo nantinya semakin dikenal melalui promosi.

“Pemerintah Desa saat ini tengah menggalakan masyarakat untuk proses pembuatan Pedo ini agar lebih bagus sehingga akan kami tampung melalui UMKM. Tahun 2021 melalui program pemerintah dan mendukung untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa maka kami mendirikan UKM yang dikelola oleh pemerintah desa lebih spesifik itu dikelola oleh kelompok PKK, TP-PKK pun sangat berantusias untuk mengembangkan UKM selain dari pembuatan Ikan Pedo,” jelasnya.

 

Laporan : Echy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *