Menjalani Hukuman Ari Ananda Menghapal Tiga Jus Al-Qur’an

Lapas Klas IIA Banyuasin Perkuat Iman WBP

Banyuasin – Ari Ananda (30 tahun), Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Banyuasin. Terhitung Senin (15/11), ia mampu menghafal sebanyak tiga juz Al – Quran, yakni Juz 28, 29 dan 30.

Tes membacakan sejumlah surat panjang tanpa melihat kitab Alquran, Ari sapaan akrabnya mampu melantunkan hafalannya dengan sangat lancar. Melalui program Tahfiz Qur’an WBP ini tercatat sebagai penghapal pertama di Lapas Banyuasin.

Tahfiz Quran ini menjadi salah satu program yang dijalankan pada pesantren Lapas Kelas IIA Banyuasin. Tiap WBP dibina dan diwajibkan menyetor hafalannya setiap hari di bahwa bimbingan Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik).

Febryanto Kasi Binadik meminta Ari untuk membacakan seluruh surat dalam tiga juz hafalan sesuai dengan pengakuannya. Surat pertama yang dibacakan oleh Ari adalah Surat Al Mujadalah di Juz 28. Ari kemudian mampu menyelesaikan 22 ayat dalam surat tersebut.

Kemudian, Ari membacakan Surat Al Muzammil di Juz 29. Ia pun kembali meminta Ari untuk menyelesaikannya. Ari pun mampu menyelesaikan permintaan Febri tersebut.

Belum puas, lanjut Febri meminta Ari untuk membacakan Surat An Naba di Juz 30 yang berjumlah 40 ayat. Lagi-lagi, Ari mampu melakukannya meskipun kali ini ada beberapa yang terbata-bata karena sedikit lupa.

Febri kemudian merasa puas atas kemampuan yang dimiliki oleh warga binaan tersebut. Apalagi, Ari adalah narapidana yang baru pertama kali menghafal lebih dari satu juz.

Febri berpesan supaya Ari tidak riya dengan kemampuan yang dimilikinya. Lakukan murajaah terus menerus agar hafalannya tidak mudah lupa. Lalu apabila mampu, tambah lagi hafalan hafalan ayat yang lainnya.

“Ari adalah terpidana kasus narkoba. Ia harus menjalani hukuman selama 14 tahun. Saat ini, ia baru menjalani masa hukuman selama tiga tahun. Selama tiga tahun ini dia bisa menghafal Alquran sebanyak tiga juz. Yaitu, juz 28, juz 29, dan juz 30,” jelasnya.

Di samping itu, Ari Ananda mengaku, Ia menghafal Al – Quran untuk mendapatkan ketenangan jiwa. Selain itu, ia bermaksud untuk tobat karena telah melakukan perbuatan pidana.

“Saya sangat berterima kasih kepada Lapas Banyuasin karena telah memfasilitasi program Tahfiz ini. Saya berharap mampu menghafal lebih banyak lagi surah Al Quran, karena dengan membaca Alquran saya merasa dekat dengan Allah,” katanya.

 

Laporan : SMSI Banyuasin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *