Pembangunan Gedung Sekolah Diduga Molor

Gedung Sekolah KakaSampai Batas Tanggal Kontrak, Pekerjaan Masih Belum Selesai

Wahanainformasinews.or.id

Banyuasin – Meningkatnya jumlah Siswa dalam menuntut ilimu membuat daya tampung tempat belajar terbatas. Kebutuhan akan penambahan ruang kelas bagi sekolah tentu sangat penting dan ini pun menjadi dambaan banyak pihak sekolah, sehingga belajar tetap aman dan nyaman.

Dalam kondisi pandemi wabah covid 19, bencana global perekonomian dan keuangan negara mengalami kemerosotan, perhatian pemerintah pusat akan pendidikan sangatlah serius. Salah satunya kebutuhan ruang sekolah haruslah tetap berjalan pembangunannya.

Sangat disayangkan, jika proyek pembangunan ruang kelas sekolah dari pemerintah yang dikerjakan jatuh ditangan kontraktor yang belum siap dan kompeten, pastinya masyarakat ikut dirugikan.

Peranan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang bertanggung jawab baik secara formal maupun secara material atas pengadaan barang dan jasa sangatlah diharapkan.

Proyek pembangunan tiga ruang kelas diduga menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Sekolah Dasar senilai ratusan juta rupiah di SDN 6 di Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin yang informasinya rampung pada tanggal 4 Nopember 21.

Berdasarkan hasil pantauan wartawan dilapangan, kamis (4/11/21) dipastikan proyek bangunan sekolah tersebut belum selesai dikerjakan sesuai kontraknya, bahkan tidak tampak pembatas pengaman di lokasi proyek tersebut, bisa saja berbahaya jika anak-anak tanpa sengaja bermain diseputaran lokasi tersebut.

Menanggapi kejadian ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin Aminuddin, dihari yang sama melalui Sekretaris Dinas Agus Suherwan mengatakan kejadian ini tidak pantas bahkan bisa di blacklist bila terbukti ada pelanggaran, apalagi proyek tersebut berada di tengah kota dan toko material yang ada banyak.

“Kondisi pembangunan baru mencapai enam puluh persen saat ini, untuk hal lain silahkan tanya di kepala bidang dan PPK nya biar lebih jelas,” ujarnya serius.

Sementara Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Ahmad Ihwani saat dijumpai menyampaikan, silahkan nanti bertemu pak Iskandar sebagai PPK nya, tapi saat ini beliau tidak ada diruangan.

“Saya tidak berani menjawab, tetapi bila terjadi hal seperti ini, tentunya ada aturan sebagai solusinya seperti pengajuan adendum ataupun lainnya dan itu tidak melanggar aturan,” paparnya.

 

Laporan : Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *