Buronan Bajak Laut Ditangkap Polisi

Wahanainformasinews.or.id

Banyuasin – Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Banyuasin berhasil menangkap dua orang yang merupakan DPO pembajakan Kapal Motor Sinar Abadi dikawasan Perairan Pulau Nangka Kabupaten Ogan Komering Ilir, terjadi pada 09 Juli 2020 lalu.

Dua pelaku yang ditangkap berinisial RL(45) dan HP(43) warga Desa Karang Anyar Kecamatan Sumber Marga Telang Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. mereka dibekuk di rumahnya masing-masing, Rabu (15/9/2021) sekira pukul 03.00 WIB.

Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi melalui Kasatreskrim AKP Ikang Ade Putra didampingi Kanit Pidum Ipda Chandra mengatakan saat dilakukannya penangkapan pelaku RL sempat berusaha mengelabui petugas bersembunyi dibawah ranjang namun dapat ditemukan setelah penggeledahan petugas, sedangkan pelaku HP tidak melakukan perlawanan saat ditangkap.

“Setelah dilakukan penangkapan, dua pelaku langsung dibawa ke Polres Banyuasin untuk proses lebih lanjut mengungkap pelaku lainnya yang masih dalam pengejaran,” ujar chandra.

Dirinya menjelaskan, kejadian naas tersebut berawal hari Kamis tanggal 09 Juli 2020 lalu sekira jam 13.00 WIB, KM Sinar Abadi bertolak dari perairan Selat Provinsi Bangka Belitung tujuan ke perairan Kuala Sugihan Kabupaten Banyuasin. Sekira pukul 17.00 Wib di seputaran perairan Pulau Nangka Kabupaten OKI, datang satu unit Speedboat yang diawaki empat orang, lalu Speedboat tersebut merapat mendekati KM Sinar Abadi melalui lambung kapal sebelah kiri.

“Dua orang pelaku menaiki kapal menuju ruang kemudi dan langsung mengacungkan senjata api rakitan sambil berkata “JANGAN BERGERAK”, kemudian mengikat korban, lalu salah seorang pelaku berkata kepada teman mereka yang masih berada di Speedboat utk mematikan mesin. Lalu naiklah satu orang lagi keatas kapal dan mematikan mesin kapal,” terang Kanit.

Lanjut Chandra, saat korban diikat, pelaku langsung menanyakan tempat penyimpanan uang sambil mengancam akan menembak jika tidak diberi tahu.

“Dikarenakan korban takut dengan ancaman tersebut, akhirnya korban memberitahukan uang yang disembunyikannya,” ujarnya.

Setelah mendapatkan barang curian pelaku pergi meninggalkan korban dengan membawa uang sebesar 90 Juta dan perhiasan penumpang lainnya seperti cincin dan kalung emas, sehingga total kerugian ditaksir lebih kurang 120.000.000,-

“Untuk kasus ini kami masih melakukan pengembangan dengan mengintrogasi kedua pelaku, dan dua pelaku lainnya masi kita kejar. Atas perbuatannya pelaku diancam Pasal 439 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 KUHP tentang Pembajakan paling rendah 15 tahun penjara atau hukuman seumur hidup”. Tutup IPDA Chandra.

 

Laporan : Echy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *