Petani Ganja Ditangkap, Satu Masih DPO

Wahanainformasinews.or.id

Muara Enim – Satuan Reserse Narkoba Polres Muara Enim bersama Polsek Lawang Kidul, berhasil amankan satu dari dua pelaku petani ganja asal Desa Karang Asam Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Kamis (12/08/2021).

Pengerebakan yang dilakukan, tim gabungan ini berhasil menemukan 22 batang pohon ganja siap panen dan satu orang pelaku bernama Renaldi (43) dan satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas.

Dihadapan petugas pelaku mengakui selain pengedar narkoba, dirinya nekat menanam ganja di kebun miliknya karena tergiur keuntungan menjanjikan, selain ingin mencoba membudidayakan ganja di kebunnya sehingga mudah diedarkan.

WakaPolres Muara Enim, Kompol Indar Marwan didampingi Kasat Narkoba, AKP Rahmad Aji Prabowo menjelaskan, penggerebekan ladang ganja dilakukan berawal dari adanya informasi yang berhasil kumpulkan pihaknya, bahwa ada satu warga dari Desa Karang Asam, Tanjung Enim yang menanam ganja di kebun miliknya.

“Setelah mendapatkan informasi tersebut, kita perintahkan Satuan Reserse Narkoba yang di pimpin langsung Kasat Narkoba, AKP Rahmad Aji Prabowo dibantu tim Personil Sat Narkoba Polres Muara Enim dibantu personil Satreskrim Polsek Lawang Kidul langsung bergerak cepat menuju TKP.” ucapnya.

Ditambahkan Kompol Indar, setiba di lokasi perkebunan ganja pihaknya langsung melakukan penangkapan terhadap pemilik kebun yang sedang tertidur pulas di sebuah pondok di seputaran lokasi. “Setelah tim kita melakukan penggeledahan di sekitar lokasi, berhasil mendapatkan 22 batang ganja hampir siap panen, satu unit Handphone merek Samsung warna Hijau, dan satu pucuk senjata api rakitan (senpira) beserta amunisi,” ungkapnya Indar.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 111 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana minimal 5 tahun penjara maksimal 20 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp. 800 juta rupiah hingga Rp 8 Milyar rupiah.

Renaldi yang tak berdaya saat penggrebekan mengaku, ganja miliknya yang ditanamnya baru satu bulan, bibit yang ia dapatkan dari temannya (DPO). Rencananya, setelah dipanen akan dijual dan di edarkan kepada masyarakat Muara Enim.

“Aku belum tahu berapa jualnya karena belum pernah panen. Tapi, kata teman aku pasaran Rp 3 juta per kg, aku nekat nanam ganja ini karena keuntungannya lebih besar dan menanamnya mudah tidak perlu perawatan, ganja ini aku tanam terpisah bersamaan dengan tanaman cabe sehingga tidak mudah terlihat,” ucapnya.

 

Laporan : Rilis

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *