Miris, Delapan Bulan Usai Direhap Jembatan Tanah Kering Pulau Rimau Ambruk Lagi

Wahanainformasinews.or.id

Banyuasin – Jembatan tanah kering yang menghubungkan antar Kecamatan Selat Penuguan, Kecamatan Pulau Rimau, dan Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan ambruk, peristiwa naas tersebut terjadi pada jumat malam (06/08/2021) membuat perekonomian masyarakat sempat lumpuh total.

Diakhir tahun 2020 jembatan tersebut mendapatkan perehapan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Banyuasin, melalui Dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020 dengan nilai 1.1 miliar lebih, saat ini usai perehapan baru memasuki usia 8 bulan kerusakan terjadi bahkan bertambah parah.

Camat Pulau Rimau, Suratman mengatakan, rusaknya jembatan tanah kering terjadi pada jum’at (6/8/2021) malam, terdapat dibeberapa tiang penyangga telah keropos dimakan usia sehingga tidak mampu menahan beban berat yang melintas.

“Jembatan tanah kering selesai dibangun tahun 1996, usianya sudah cukup tua dibagian tiang penyangga terdapat ruas besi yang keropos dan patah sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat berstonase besar,” ujarnya, saat diwancarai wartawan media ini. Selasa (10/8/2021).

Lanjut Suratman, perbaikan jembatan tanah kering sudah dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat pada Sabtu lalu, dibantu dari perusahaan yang ikut menurunkan tenaga teknisnya membantuan baik tenaga maupun mesin untuk mengelas besi yang patah dengan material besi bekas jembatan rehab tahun 2020 yang lalu.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias bergotong royong dibantu tenaga ahli dari perusahaan, perbaikan jembatan sabtu sore selesai dilakukan, kendaraan roda dua dan roda empat sudah bisa melewati namun untuk roda empat yang membawa muatan agar mengurangi beban,” ucapnya.

Ditambahkan Suratman, jembatan tanah kering satu-satunya urat nadi masyarakat yang menghubungkan antar kecamatan dan antar kabupaten, jika jembatan ini rusak maka perekonomian masyakat dipastikan lumpuh. untuk itu dihimbau kepada masyarakat terutama yang memiliki usaha angkutan, baik angkutan buah kelapa sawit ataupun tanah merah untuk secara bersama-sama dikurangi bebanya sehingga kekuatan jembatan itu bisa terjaga.

“Jembatan ini satu-satunya yang menghubungkan Kecamatan Selat Penuguan dan Pulau Rimau, apabila jembatan itu terputus akan mengganggu perekonomian masyarakat, kami himbau masyarakat agar bersama-sma menjaga jembatan ini jangan sampai rusak, yang harus dilakukan mengurangi jumlah muatan.” Tandas Suratman.

Sementara itu, Hadi Prasetyo Kepala Desa Wana Mukti mengatakan, Kondisi jembatan tanah kering memang sudah sangat parah, bahkan besi jembatan banyak yang sudah keropos, jika nantinya tetap direhap tetap tidak akan lama dan hanya menghabiskan anggaran pemerintah.

“Jembatan tanah kering setiap tahun atau setiap bulan pasti mengalami jebol namun kejadian ini yang cukup parah, untungnya selama ini masyarakat Pulau Rimau masih rajin berswadaya secara pribadi baik dengan pemerintah desa maupun toke sawit, memberikan bantuannya supaya jalan dan jembatan itu bisa dilalui masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Banyuasin agar segera membuat terobosan dengan membuat anggaran pembangunan jembatan baru, karena dengan adanya pembangunan jembatan perekonomian antar Kecamatan Selat Penuguan, Pulau Rimau dan Suak Tapeh ini tidak terganggu.

“Jembatan tanah kering bukan hanya satu kali direhap, karena mungkin terlalu sering kekuatan jembatan semakin tidak ada, dan pekerjaan yang dilakukan tidak menutup kemunkinan menjadi ajang korupsi, buktinya baru beberapa bulan direhap dengan dana yang cukup besar kerusakan jembatan bertambah berat, untuk itu kami meminta Pemda Banyuasin segera lakukan pembangunan jembatan baru.” tutupnya.

 

Laporan :Echi

Editor : Martin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *