Desa Tebing Abang Resmi Sebagai Kampung Tangguh Bersih Narkoba

Wahanainformasinews.or.id

Banyuasin – Ditunjuknya Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan sebagai kampung tangguh bersih dari Narkoba, akibat pernah terjadi peristiwa penggerbakan oleh satuan narkoba (Satnarkoba) Polres Banyuasin di desa tersebut yang diduga pusat peredaran barang haram, dan di motori dua oknum dengan inisial RP (40) dan AS (40) yang sedang menjalani proses hukuman di Polda Sumatera Selatan. Jumat (18/06/2021).

Tokoh masyarakat Rantau Bayur Arkoni MD yang menghadiri kegiatan tersebut mengaku malu atas kejadian pengungkapan narkoba di desa kelahirannya, namun dirinya juga mengambil hikmah dibalik kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran penting bagi masyarakat desa.

“Jujur saja malu, ini musibah bagi kami warga Desa Tebing Abang. Tapi syukur hikmahnya desa kami di datangi Jenderal Bintang Dua, saya pribadi dan seluruh warga desa siap untuk mendukung program Pemerintah dan Polri dalam melawan peredaran narkoba di desa ini,” ungkapnya.

Bupati Banyuasin Askolani menyambut baik telah resmikan Desa Tebing Abang sebagai Kampung Tangguh Bersih Narkoba. Adanya kampung tangguh ini diharapankan pencegahan peredaran narkoba dapat ditindas secara bersama-sama.

“Narkoba ini musuh kita bersama, maka melawannya tidak bisa sendiri tapi kita semua harus kompak secara bersama-sama, dalam artian kita semua harus terlibat dalam melawannya,” katanya.

lanjut Askolani, Pemkab Banyuasin berkomitmen dalam pemberantasan narkoba di wilayah Kabupaten Banyuasin, akan terus melakukan sosialiasi pencegahan bahayanya narkoba melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Narkotika Kabupaten dan instasi terkait lainnya.

“Kami tidak akan beri ampun atau keringanan, jika masih ditemukan peredaran narkoba di desa yang telah ditujuk sebagai Kampung Tanggu Bersi Narkoba, jika masih terjadi di desa yang sama maupun desa yang lainnya di ruang lingkup Kabupaten Banyuasin tindakan tegas akan diberikan,” tegasnya.

Sementara Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri MM menegaskan, dampak narkoba sangatlah luar biasa, tidak hanya lapisan masyarakat umum saja bahkan penggunaan narkoba juga banyak melibatkan pejabat. Diakui olehnya sejak menjabat sebagai Kapolda Sumsel, tercatat ada 200 anggota Kepolisian terlibat narkoba, sebagian diantara mereka membuat surat pengampunan, 45 diantaranya dipecat.

“Terhitung mulai Januari-Juni 2021 terdata sebanyak 822 kasus dengan jumlah tersangkah 1.134 orang, dengan barang bukti ganja, sabu 53 kg, dan ektasi, jika kita uangkan bisa bernilai Rp 58 miliar dan ribuan jiwa bisa diselamatkan,” terangnya.

Lanjut Kapolda, pihak mereka sangat konsen dalam melawan narkoba, apalagi kegiatan tersebut merupakan perintah langsung Kapolri untuk memberantas Narkoba dan Permanisme.

“Kampung-kampung narkoba sudah banyak kita gerebak dan pelaku-pelakunya kita tangkap, contohnya Tangga Buntung Palembang, Muratara dan tempat lainnya,” ungkapnya.

Kapolda juga mengatakan pemberantasan narkoba ini tidak bisa hanya satu instansi namun harus melibatkan banyak pihak dan harus terus menerus sehingga timbul kesadaran secara masip di masyarakat.

“Harus kita pahami, narkoba ini merusak, dan harus kita lawan. Pembentukan Kampung Tangguh Bersih Narkoba ini bagian dari upaya kita secara bersama dalam melawan peredaran narkoba,” tandasnya.

 

Laporan : Robi Sy

Editor : Martin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *