Rudianto Widodo:Menuntut Pemerintah Kota Palembang Agar Adil Atas Aturan Pembatasan Jam Operasional Malam

Palembang, WIN.or.id – Puluhan massa dari Forum Kedai Palembang Bersatu (FKPB) lakukan aksi demo di halaman kantor Walikota Palembang, Selasa (25/5/2021).

Mereka menyuarakan protes perihal pemberlakuan operasional tempat usaha yang dirasa tidak adil, berasal dari pemilik dan pekerja Kedai Coffe, Cafe dan Pengusaha Mikro, ini merasa dianak tirikan. Mereka juga menilai razia hanya berani menyasar ke usaha kedai mikro namun jarang menyentuh usaha skala besar.

Koordinator Aksi Rudianto Widodo mengatakan, ada beberapa permasalahan terkait pemberlakuan operasional jam malam pada kedai dan cafe di Kota Palembang, dinilai tidak ada pemerataan dan ketidak samaan hak atas usaha mikro dan pengusaha makro.

“Terpenting bagi kami adalah penerapan protokol kesehatan bukan pembatasan jam operasional, itu yang kami anggap tidak rasional pada pemberlakuan peraturan ini,” beber Dodo

Terkait dampaknya adalah masalah omset dan gaji pegawai sewa tempat listrik bahkan banyak karyawan terancam PHK ini di khawtirkan terciptanya penggangguran baru di Kota Palembang.

“Kita beri ultimatun baik secara tulis maupun lisan selama 3 hari kedepan, jika tidak terealisasi kami akan lakukan aksi selanjutnya dengan massa yang lebih banyak lagi,“ jelasnya.

Menurut Dia, kedatangan FKPB menuntut pemerintah daerah Kota Palembang agar adil atas peraturan yang dibuat, terutama menertibkan jam operasional pengusaha besar.

“Ini sangat tidak adil masih banyak restoran cepat saji yang tidak mematuhi meskipun sampai malam, bahkan ada juga diskotik masih bisa buka sampai pukul 3.00 pagi juga tidak ditertibkan,” tutup Widodo.

Sementara Asisten 1 Pemerintah Kota Palembang Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan rakyat Faisal AR menuturkan, semua aspirasi yang disampaikan oleh FKPB, akan segera rapatkan sebab keputusan untuk penutupan jam malam memang dilakukan untuk semua.

“Kami akan sampaikan permasalan ini ke Walikota Palembang dan akan kami koordinasikan bersama elemen terkait. Terkait tuntutan ini saya tidak bisa mengambil keputusan sendiri,” jelasnya.

Ditambahkan Faisal, Bagi pengusaha hiburan yang tidak mematuhi aturan akan kita panggil kita rapatkan untuk kita sepakati bersama, karena harus ada pemerataan terkait aturan operasional jam malam. bagi pengusaha hiburan, cafe dan kedai coffe,” pungkasnya.

 

Laporan : Akip

Redaksi wahanainformasinews.or.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *