Warga Lebung Unjuk Rasa Di Depan Kantor Inspektorat Terkait CSR

Banyuasin, WIN.or.id – Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Banyuasin bersama puluhan masyarakat Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatra Selatan kembali mendatangi Kantor Inspektorat Banyuasin, bertempat jalan Sekojo Komplek Perkantoran Pemerintahan Kabupaten. Rabu (17/03/2021).

Aksi Unjuk Rasa tersebut diikuti lebih kurang 45 orang, mematuhi protokol kesehatan covid19, membawa bendera merah putih, bendera JPKP, toa, karton bertuliskan mempertanyakan realisasi CSR penambangan pasir di Desa Lebong.

Ketua DPD JPKP Banyuasin Indosapri dalam orasinya mendesak Inspektorat melakukan audit terkait realisasi dana Corwporate Social Responsibility (CSR) yang selama ini disalurkan CV Lintang Karunia Alam (LKA) ke masyarakat Desa Lebung, dengan adanya aktivitas penambangan pasir di desa mereka yang sudah berlangsung lebih kurang 4 tahun terakhir.

“Perlu kami sampaikan kedatangan masyarakat hari ini ke Inspektorat Banyuasin bentuk luapan emosi yang tak terbendung lagi, cerita persoalan abu-abunya realisasi dana CSR yang belum diterima masyarakat,” ucapnya.

Ditambahkan Sapri, perlu diketahui kasus ini memiliki cerita panjang, dari insiden kekerasaan terhadap wartawan, pelaku pengeroyokan ditangkap bahkan ada salah pelaku penganiaya baku tembak dengan kepolisian, dari latar belakang kejadian tersebut masyarakat Desa Lebung pihak Inspektorat untuk segara menindak lanjuti prihal tersebut.

“Persolan ini sangat serius menjadi prioritas untuk dituntaskan, sehingga kedepan dapat menghindari buruk masalah, jika ini tetap didiamkan berlarut-larut kami yakin akan semakin berat, sebab ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujarnya.

Lanjut indo, JPKP bersama masyarakat sepenuhnya mendukung program pemerintah membuka selebar-lebarnya bagi investor masuk ke banyuasin, artinya akan menambah pemasukan daerah melalui pajak serta menyerap tenaga kerja, berimbas pada kemajuan meningkatkan kesejahteraan warga desa itu sediri. namun yang terjadi sejauh ini keberadaan tambang pasir membuat keresahan di masyarakat.

“Sejauh ini mulai beroperasinya penambangan pasir di Desa Lebung lebih kirang dari tahun 2018 sampai hari ini masyarakat hanya mendengar ceritanya saja tentang adanya dana CSR. bentuk manfaat dari dana CSR tidak jelas kemana, dengan kronologis tersebut agar inspektorat segera menindaklanjuti sesegera mungkin jangan sampai masyarakat bertindak sediri menyetop aktivitas penambangan, hal tersebut sangat kita hindarkan, di takutkan menambah cerita panjang rentetan korban akibat penambangan pasir di desa kami,” tegasnya.

Sebagai kalimat penutup, jika nanti hasil audit ditemukan ada oknum yang mengambil keuntungan atau sampai tega mengelapkan dana tersebut agar dapat diproses sesuai UU yang berlaku, informasi dihimpun masyarakat bahwa berkaitan dana CSR itu dikelola oleh oknum bendahara desa inisial FB dan Oknum Kasih Pemerintahan US, nah mungkin hal itu bisa menjadi petunjuk awal tim investigasi Inspektorat Banyuasin. tutupnya

Massa aksi yang disambut ketua tim investigasi inspektorat Banyuasin Ali Mukhtar mengucapkan terimakasih atas aspirasi akan segera menindaklanjuti keluhan masyarakat.

“Segera akan kami tindak lanjuti, dan hari ini bisa kami layangkan surat klarifikasi ke pihak terkait,” tegasnya

Sementara pihak Manajemen CV. LKA Heri berkaitan CSR, dirinya tidak bisa cerita banyak. Pada dasarnya CSR dari pihaknya sudah direalisasikan.

“Saya tidak mau ikut terlalu dalam di internal persolan desa, apa yang menjadi kewajiban CSR CV. LKA sudah kami laksanakan,” katanya singkat saat di hubungi melalui telpon genggam.

Laporan : Robi Sy

Redaksi wahanainformasinews.or.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *